Jago Lagu

Lucu! Four-an Lion Fried Blood Terkenal di Kalangan Masyarakat Solo

Lucu! Four-an Lion Fried Blood Terkenal di Kalangan Masyarakat Solo

Lucu! Four-an Lion Fried Blood Terkenal di Kalangan Masyarakat Solo (harustahu.info)

HarusTahu.info - Beberapa hari lalu media sosial twitter dibuat ngakak saat pak walikota solo Gibran Rakabumi membalas tweet warganya. Hal ini dikarenakan pola bahasa yang digunakan dengan menyebutkan perempatan Lion Fried Blood.

Lion Fried Blood Terkenal di Kalangan Masyarakat Solo

Bagi masyarakat solo dan sekitarnya, mungkin istilah perempatan Lion Fried Blood sudah tidak asing lagi. Tapi bagi masyarakat luar kebingungan apa arti dari kata tersebut.

"Bukan tambalan pak kalo aspal tambalan gelombang e ini beda....kalo ini gelombang e aspal e masih bagus sbnre...cuma kayak ngolet tanah e...." tweet dari @oreska8.

Mas gibran, merespon laporan tersebut dengan tweet "Nggih pak. Saya minta maaf. Nanti kami cek ke lapangan. Kemungkinan ada kendaraan berat yg membuat tanah e ngolet".

Hal fenomenal ini bermula saat akun tweet dengan nama pengguna @sing_gasing, memposting tweet "Mulai perempatan klewer ke barat, mang lewat jalur sebelah kiri Pak, sampai perempatan lion fried blood (singosaren). Kalo bisa naik supra Pak, biar lebih kerasa vibes nya."


Tweet tersebut ditujukan kepada pak walikota solo Gibran, saat membahas terkait jalan raya bergelombang di kawasan Singosaren.


Lucunya di sini, pak walikota Gibran merespon dengan tweet "Baik mbak. Akan saya coba lewat perempatan lion fried blood dengan menggunakan supra x 125 fi".

Hingga tweet-an pak walikota tersebut viral dan disebarkan diberbagai grup media sosial dengan berbagai macam respon lucu dari netizen.


Lucu! Four-an Lion Fried Blood Terkenal di Kalangan Masyarakat Solo


Pengertian Four-an Lion Fried Blood Masyarakat Solo

Dari bahasa yang digunakan Four-an Lion Fried Blood adalah sebuah bahasa Inggris gabungan, yang jika diartikan ke bahasa Indonesia menjadi "Perempatan Darah Singa Goreng".


Lebih sepesifik lagi, jika diterjemahkan ke bahasa Jawa menjadi "Perempatan Singosaren". Perempatan singosaren sendiri, masuk di kawasan kota Solo, Jawa Tengah.

Dalam adat jawa, saren biasa disebut juga sebagai dideh atau marus merupakan makanan yang berasal dari darah binatang yang disembelih kemudian dibekukan dengan cara pengukusan. Saren biasanya dijadikan bahan makanan untuk sate, opor, dan berbagai jenis masakan lain.

Nah itulah, pengertian dari Four-an Lion Fried Blood Terkenal di Kalangan Masyarakat Solo 



Hits: 2848x | Berikan Komentar!

Hosting Unlimited Indonesia
Paling Viral
No Internet No Life

Cari tahu apa saja yang ada di Internet, dan informasi paling viral hari ini.

Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Ingatlah untuk selalu berkomentar dengan sopan sesuai pedoman situs ini
Komentar ()

MENARIK UNTUK DIBACA!

Juara Liga 1 2018 – Tantangan Baru untuk Persija dalam Mempertahankan Momentum Kekalahan Kelaparan
NULIS ?