Jago Lagu
[CLOSE]

Penjelasan Mengenai Perdagangan Karbon

Penjelasan Mengenai Perdagangan Karbon

Penjelasan Mengenai Perdagangan Karbon

Perdagangan Karbon ( Carbon Trade )

HarusTahu.info - Perdagangan karbon adalah sebuah kegiatan dalam tukar menukar kewajiban dalam mengurangi emisi gas rumah kaca. Semenjak dipopulerkannya wacana mencegah perubahan iklim dan pemanasan global yang diakibatkan karena adanya peningkatan jumlah emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida dan metana di atmosfer.

Dengan harga pasaran karbon sebesar US$ 10 per ton emisi CO2eq (ekuivalen;gas yang setara dengan karbon dioksida seperti metana). Bisnis ini telah menjadi salah satu ladang penghasil uang yang cukup menggiurkan bagi pemilik hutan dan lahan di negara-negara tropis.

Perusahaan yang membutuhkan jasa penyerapan emisi gas karbon dioksida harus berinvestasi dan menyumbang dana terhadap proyek-proyek yang melestarikan lingkungan dan dapat menyerap gas berbahaya yang telah mereka hasilkan selama proses produksi di pabrik.

Secara umum, perdagangan karbon ini terbagi dua yakni :



1. Perdagangan Emisi

Barang atau sesuatu yang diperdagangkan disini adalah kewajiban dalam mengurangi emisi gas yang dihasilkan oleh suatu perusahaan. Perusahaan besar yang bergerak di bidang otomotif dan tektsil tentulah memiliki yang namanya pabrik, yang namanya pabrik pasti punya corong asap bukan?


Jika suatu perusahaan diwajibkan oleh negara untuk mengurangi jumlah gas buangan yang mereka buang saat memproduksi barang sebesar 5%, maka tentulah itu akan mengurangi jumlah produksi barang yang mana akan berujung pada penurunan laba mereka. 

Tentunya tidak ada satupun perusahaan di dunia ini yang ingin merugi kalau punya opsi lain yang lebih menguntungkan.


Kita buatlah contoh perumpamaannya supaya lebih mudah dimengerti. Bila ada dua perusahaan, keduanya memiliki bidang yang berbeda yakni satunya tekstil dan satu lagi otomotif. Namun kedua perusahaan ini memiliki pabrik yang sama besarnya dalam menghasilkan emisi yakni sekitar 10.000 ton CO2.

Namun walaupun mereka sama-sama harus mengurangi emisi sebesar 5%, kerugian lebih besar justru dialami oleh perusahaan otomotif daripada perusahaan tekstil, ini juga dapat terjadi karena perbedaan bidang perusahaan dan bahan baku yang digunakan, serta produk apa yang mereka hasilkan.


Perusahaan otomotif dapat membuat perjanjian dengan perusahaan tekstil tersebut, kira-kira perjanjian yang mereka buat akan saya jabarkan sesederhana mungkin yakni, perusahaan tekstil akan mengurangi 10% total emisi gas yang harus mereka buang dari yang awalnya hanya 5% kewajibannya, sehingga produksi barang mereka akan turun lebih banyak daripada yang diwajibkan pemerintah.

Lalu perusahaan tekstil tersebut dapat menjual 5% kelebihannya tadi kepada perusahaan otomotif tersebut, sehingga perusahaan otomotif tidak perlu mengurangi produksinya karena sudah digantikan oleh perusahaan tekstil dengan jumlah dan takaran yang sama tentunya.


Dalam hal ini, kedua belah pihak diuntungkan dengan pertimbangan, jika produksi 5% dalam perusahaan tekstil tersebut lebih sedikit uang/laba yang dihasilkan daripada harga pasaran karbon yang dijual kepada perusahaan otomotif sebanyak 5%. 


Dan begitu pula dengan perusahaan otomotif, jika produksi 5% dalam perusahaan otomotif tersebut lebih menguntungkan daripada harus membeli hak untuk tidak mengurangi emisi sebesar 5% dari perusahaan lain.


2. Perdagangan Proyek

Dalam hal ini pemerintah memberikan keringanan pilihan untuk tidak mengurangi emisi gas buangan mereka, dan jadinya tidak harus mengurangi produksi pabrik mereka. Yakni dengan berinvestasi dan menanam modal di proyek-proyek penyelamatan lingkungan yang dapat menyerap emisi karbon yang pabrik mereka hasilkan.


Dalam hal ini, perusahaan dapat memberikan dana pada proyek yang ada di dalam negeri ataupun yang ada di luar negeri. Ada banyak cara yang dapat mereka lakukan untuk membuat proyeknya, seperti membangun penghasil energi yang ramah lingkungan seperti turbin kincir angin ataupun pembangkit listrik geothermal.

Atau mereka membantu pendanaan dalam memelihara dan melestarikan hutan hujan tropis yang ada di negara-negara khatulistiwa ( ingat ya dalam hal ini tidak hanya yang ada di wilayah khatulistiwa, namun semua hutan yang ada di dunia, penyebutan khatulistiwa hanya sebagai contoh ), seperti Brazil, Afrika tengah, dan Indonesia.

Nantinya mereka (perusahaan) harus membayar uang kepada pemilik lahan atau pemerintah yang menjaga dan mengelola hutan lindungnya yang mana hutan tersebut menyerap sejumlah karbon dioksida, dan nantinya seberapa banyak hutan dapat menyerapnya itulah yang akan dihitung lalu dibayarkan kepada pengelola hutan.


Dalam hal mengenai kewajiban terhadap pemerintah untuk mengurangi emisi, cara yang satu ini juga dapat mendatangkan manfaat lainnya yakni memberikan citra yang bagus terhadap produknya karena sudah dicap dengan label dan sertifikat 'ramah lingkungan, karena telah berjasa dalam membantu pendanaan penyelamatan hutan.

Referensi Sumber :



Total dibaca: 2255x | Berikan Komentar!


Penulis : Nafisathallah
Kerja Lepas

Anak SMA yang magang di berbagai Media Internet, tertarik dalam paleontologi, geografi, dan sejarah

Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Ingatlah untuk selalu berkomentar dengan sopan sesuai pedoman situs ini
Komentar ()

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Database Custom!

Pembuatan Website!

MUNGKIN ANDA TERTARIK

Panduan Cara Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang Ke 4 Hari Ini 08 Agustus
NULIS ?