Jago Lagu
[CLOSE]

Baluran, Africa Kecil Yang Indah Di Ujung Timur Pulau Jawa

Baluran, Africa Kecil Yang Indah Di Ujung Timur Pulau Jawa

pribadi

Kereta segera berangkat, ucap seorang petugas kepada saya. Kereta Tawang Alun sebentar lagi akan berangkat dari stasiun Malang Kota. Saya yang sedari tadi masih duduk duduk diluar gerbong segera untuk masuk dan mencari kursi yang sudah diatur sedemikian rupa berdasarkan tiket yang telah dipesan. Senja masih lama, waktu mengabarkan pukul empat sore. Kereta Tawang Alun perlahan tapi pasti membawa saya menuju timur batas ujung pulau jawa. 

Di masa pandemi seperti sini, salah satu syarat diperbolehkannya seseorang untuk naik kereta yaitu dengan menunjukkan surat keterangan sehat yang dikeluarkan oleh puskesmas ataupun rumah sakit. Selain itu memakai masker dan faceshield hukumnya wajib. Ketika saya melakukan perjalanan ini, beberapa kali petugas kereta mengingatkan saya untuk tetap memasang alat pelindung wajah itu sebagai upaya untuk mentaati protokol kesehatan di dalam kereta. Karena saya tak ingin mempersulit diri di dalam perjalanan, setiap teguran yang sebetulnya tidak asik itu harus saya terima dengan lapang dada.
Baluran, Africa Kecil Yang Indah Di Ujung Timur Pulau Jawa    Baluran, Africa Kecil Yang Indah Di Ujung Timur Pulau Jawa     Baluran, Africa Kecil Yang Indah Di Ujung Timur Pulau Jawa
Malam menjelang, hujan menyambut kedatangan saya seorang diri. Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya seorang teman yang saya kenal dengan baik di sebuah warung kopi akhirnya datang menjemput saya yang sudah berdiri di depan stasiun Banyuwangi Kota. Karena ini adalah pengalaman saya pertama kali datang ke daerah yang dijuluki sebagai Kota Penari, sebagai teman yang baik, Alvin mengajak saya berkeliling Kota terlebih dulu sembari melihat keadaan kota yang masih ramai. Jam tepat pukul dua belas malam. Perjalanan selama tujuh jam sangat menguras tenaga. Dengan keadaan yang masih semangat, Alvin segera mengajak saya untuk mampir di sebuah warung sate yang tidak jauh dari rumahnya. Setelah selesai makan dan beristirahat sejenak. Kami kemudian segera pulang untuk merencanakan perjalanan selanjutnya esok pagi.


Subuh membangunkan kami, setelah bertegur sapa dengan orang tuanya, Alvin terlihat membuatkan saya kopi tubruk dan membawakan camilan rengginang khas Banyuwangi hasil bikinan ibuknya. Tidak berlalu lama saya segera menyeruput kopi itu dan segera menyantap jajanan pagi yang cukup lumayan saat ini. Motor matic telah siap terparkir di depan rumah, Matahari juga masih belum terlihat sinarnya. Tidak lama kemudian kami berdua segera bergegas untuk pergi ke Baluran yang kemungkinan dapat ditempuh dengan waktu sekitar 40 menit dari Banyuwangi Kota.


Karena memang hari masih pagi, perjalanan tidak begitu melelahkan. Tidak berlama-lama akhirnya kami sampai juga di Baluran. Baluran sendiri secara administrasi masuk kedalam kawasan Taman Nasional Baluran, Banyuputih, Situbondo Jawa Timur.  Sebelum masuk, kami diharuskan untuk membeli tiket masuk dengan harga 20.000,- setelah menyelesaikan administrasi pembayaran tiket, kami segera melanjutkan perjalanan untuk masuk ke dalam hutan Baluran.

Baluran, Africa Kecil Yang Indah Di Ujung Timur Pulau Jawa  Baluran, Africa Kecil Yang Indah Di Ujung Timur Pulau Jawa


Jika mengutip dari beberapa sumber jurnal ilmiah, Taman Nasional Baluran ini merupakan ekosistem hutan kering di pulau jawa. Pemandangan yang indah mulai dari Savana, Hutan mangrove, Hutan pantai, Hutan rawa dapat dijumpai di Taman Nasional ini. Baluran juga mendapatkan julukan yang bagi saya itu memang pantas untuk tempat ini, yaitu Africa van Java.

Tidak hanya itu saya, Kami juga bertemu dengan hewan-hewan liar yang dijaga dengan baik di Taman Nasional Baluran seperti Rusa, Banteng, Burung Merak, Kerbau dan yang tidak ketinggalan adalah Monyet. Karena daya lensa kamera hp kami yang tidak memadai, saya secara pribadi tidak mengabadikan semua jenis-jenis hewan itu. 
Matahari tepat diatas kami, sinarnya yang panas menyengat sampai-sampai membuat kami dehidrasi. Namun karena perasaan senang kami tidak menyia-nyiakan waktu untuk berkeliling padang savana Bekol sembari menikmati alam yang sangat indah.

Di Taman Nasional Baluran ini  cukup komplit dengan kemewahan alam yang tersedia, selain Padang Savana, kami juga disuguhkan dengan pemandangan pantai Bama yang sejuk. Tidak lupa kami bermain air pantai sembari berlali menghindari kejaran monyet yang menyerang dengan tujuan untuk meminta makan ataupun ingin merebut barang yang kami bawa.

Baluran menyediakan sesuatu hal yang menurut saya pribadi dapat menyihir kejenuhan otak saya yang terlalu lama memikirkan sesuatu hal yang tidak menentu di peradaban kota. Terlalu percaya dengan orang membawa saya jatuh pada jurang yang menyakitkan. Ada beberapa sajak yang saya hasilkan sewaktu duduk di pinggir pantai sembari melihat ke arah laut yang airnya tenang dan menorehkan rangkaian kata yang mungkin sebetulnya ini tidak bagus, begini sajaknya..

Sajak dapat di chek di perihalsepele.blogspot.com 


Ketika sore menjelang, kami akhirnya mengundurkan diri dan berjanji untuk kembali lagi. Semoga


Baluran, Africa Kecil Yang Indah Di Ujung Timur Pulau Jawa Baluran, Africa Kecil Yang Indah Di Ujung Timur Pulau Jawa Baluran, Africa Kecil Yang Indah Di Ujung Timur Pulau Jawa

 Baluran, Africa Kecil Yang Indah Di Ujung Timur Pulau Jawa Baluran, Africa Kecil Yang Indah Di Ujung Timur Pulau Jawa Baluran, Africa Kecil Yang Indah Di Ujung Timur Pulau Jawa     






Total dibaca: 1834x | Berikan Komentar!


Penulis : Khoirul Huda
Warga Soliter

Senang mengunjungi tempat-tempat bersejarah, kadang-kadang giat menulis apa saja yang diinginkan di perihalsepele.blogspot.com dan bagian kecil dari Indonesia

Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Ingatlah untuk selalu berkomentar dengan sopan sesuai pedoman situs ini
Komentar ()

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Database Custom!

Pembuatan Website!

MUNGKIN ANDA TERTARIK

Misteri Tewasnya Yodi Prabowo Editor Metro TV Ini Dugaan Kepolisian
NULIS ?