Jago Lagu
Jago Lagu
[CLOSE]

Pengertian Grouting Jenis Pekerjaan Tahap Akhir dari Sebuah Proyek

Pengertian Grouting Jenis Pekerjaan Tahap Akhir dari Sebuah Proyek

Pengertian Grouting Jenis Pekerjaan Tahap Akhir dari Sebuah Proyek

HarusTahu.info - Grouting adalah jenis pekerjaan tahap akhir atau biasa disebut finishing, yaitu pekerjaan dengan memasukan bahan yang masih dalam keadaan cair untuk perbaikan tanah, dengan cara tekanan, sehingga bahan tersebut akan mengisi semua retak-retak dan lubang-lubang, kemudian setelah beberapa saat bahan tersebut akan mengeras, dan menjadi satu kesatuan dengan tanah yang ada.


Pengertian Grouting 

Secara bahasa grouting adalah sebuah kegiatan galian, namun secara luas pengertian grouting adalah salah satu proses sementasi untuk meningkatkan stabilitas pada bangunan dan tanah/batuan.

Teknik grouting dilakukan dengan cara menginjeksikan bahan grouting (semen) ke dalam lubang hasil mesin bor atau retakan suatu konstruksi/tanah/batuan yang tidak stabil, dengen begitu pori-pori konstruksi/tanah/batuan akan terisi dengan bahan grouting.

Pengisian pori-pori tanah dengan bahan grouting akan membatasi daya lolos air dalam tanah (permeabilitas) dan memperbaiki faktor-faktor kompresibilitas dan kekuatan tanah.




Jenis - Jenis Grouting

1. Permeation Grouting atau Sementasi Penembusan

Permeation grouting disebut juga penetration grouting merupakan pengisian retakan, rekahan atau kerusakan pada batuan, dan rongga pada sistem pori-pori tanah dengan tanpa merubah formasi serta konfigurasi maupun volume rongga. Grouting jenis ini dapat meningkatkan kohesi tanah.

2. Compaction Grouting atau Sementasi Pemadatan

Compaction Grouting merupakan mekanisme perbaikan tanah yang dilakukan dengan cara menginjeksi material grouting sangat kaku (stiff) pada tekanan tinggi ke dalam tanah. Grouting jenis ini ditujukan untuk meningkatkan daya dukung tanah.


Grouting dengan metode pemadatan ini tidak serta merta dapat sepenuhnya mencegah terjadinya rembesan. Akan tetapi, grouting jenis ini mampu meningkatkan beban tanah karena tanah telah mengalami pemadatan.

3. Fracture Grouting atau Sementasi Rekahan

Fracture Grouting dilakukan pada rekahan hidrolik yang terdapat pada tanah dengan fluida suspensi atau material grouting slurry. Grouting ini bertujuan untuk menghasilkan hubungan antar lensa grouting dan memberikan penguatan kembali (reinforcement).


Umumnya fracture grouting digunakan pada tanah dengan permeabilitas rendah, misalnya pada tanah lempung.

4. Mixing/ Jet Grouting atau Sementasi Campuran

Sesuai dengan namanya, grouting jet ini dilakukan dengan memadukan dua perlakukan, yaitu mengikis tanah menggunakan jet bertekanan tinggi dan dilakukan injeksi serentak ke dalam tanah yang terganggu dengan jet monitor. Grouting tipe ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan penyemenan di sekeliling tiang atau pondasi.

5. Fill Grouting atau Sementasi Isi

Sementasi isi atau fill grouting ini dilakukan dengan menggunakan peralatan khusus yang diberi campuran concrete atau mortar. Rongga atau retakan yang dihasilkan secara alami maupun buatan akan dilakukan pengisian bahan grouting dan kemudian dilakukan penutupan.



6. Vacuum Grouting atau Sementasi Vakum

Sementasi vakum adalah teknik sementasi dengan cara menyedot material grouting untuk masuk ke dalam bagian yang mengalami kerusakan.

Sebelumnya kerusakan tersebut harus diisolasi dari tekanan barometrik terlebih dahulu, sehingga dengan kondisi yang vakum, material grouting akan tersedot dengan aman dan lancar untuk masuk atau tertarik ke dalam kerusakan tersebut. 



Tujuan dilakukan grouting

Untuk memperkuat formasi dari lapisan tanah dan sekaligus menjadikan lapisan tanah tersebut menjadi padat, sehingga mampu untuk mendukung beban bangunan yang direncanakan.

Seperti sudah dijelaskan di atas tanah selalu mempunyai lubang-lubang,retak-retak,celah-celah.Rongga ini harus diisi dengan bahan pengisi yang kuat, sehingga lapisan tanah dibawah rencana bangunan akan menjadi bagian dari pondasi yang kuat.

Untuk menahan aliran air, misalnya pada bangunan dam, agar air tidak mengalir melalui bawah bangunan dam.


Air yang mengalir di bawah bangunan dam secara bertahun-tahun akan membawa partikel tanah, yang akan mengakibatkan terjadinya rongga-rongga di bawah bangunan, dan hal ini dapat membahayakan kestabilan dam tersebut grouting pada dam ini biasa disebut Tirai sementasi, guna tirao sementasi ini untuk menghambat laju air, sehingga aliran air semakin panjang, karena aliran semakin panjang maka air akan mengalami kehilangan energi.

Untuk menahan aliran air tanah agar tidak masuk ke dalam suatu kegiatan bangunan yang sedang berjalan.Bangunan di bawah permukaan tanah apabila lokasi nya dibawah permukaan air tanah, akan selalu terganggu oleh adanya air tanah yang masuk dari dinding galian.

Namun biasanya masih dapat diatasi dengan pompa.


Ringkasan

Grouting adalah jenis pekerjaan tahap akhir atau biasa disebut finishing, yaitu pekerjaan dengan memasukan bahan yang masih dalam keadaan cair untuk perbaikan tanah yang tidak merata.


Itulah tulisan terkait Pengertian Grouting Jenis Pekerjaan Tahap Akhir dari Sebuah Proyek


Total dibaca: 1351x | Berikan Komentar!


Sipil Nulis
Penulis : Sipil Nulis
Bersama Membangun Negeri

Berbagi informasi seputar teknik sipil, semoga apa yang saya bagikan bermanfaat untuk kita semua.

Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Ingatlah untuk selalu berkomentar dengan sopan sesuai pedoman situs ini
Komentar ()
TOPIK HANGAT
Video Populer

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Custom!

Pesan Sekarang!

MUNGKIN ANDA TERTARIK

Istimewa! Resolusi Kamera 48 MP dan Realme Narzo Pakai Helio G90T
NULIS ?