Jago Lagu
[CLOSE]

Mengenal Apa itu Imposter Syndrom Perasaan Tidak Percaya Diri Berlebih

Mengenal Apa itu Imposter Syndrom Perasaan Tidak Percaya Diri Berlebih

Mengenal Apa itu Imposter Syndrom Perasaan Tidak Percaya Diri Berlebih

HarusTahu.info - Apa itu imposter syndrom, bagaimana gejala dan penyebab imposter syndrom serta cara pengobatannya. Imposter syndrome adalah kondisi psikologis di mana seseorang merasa tidak pantas meraih kesuksesan yang telah dicapainya.


Pengertian Imposter Syndrom

Imposter syndrome merupakan sebuah kondisi psikologis di mana seseorang akan selalu merasa tidak pantas meraih kesuksesan yang telah dicapainya. Orang dengan pengidap imposter ini justru merasa was-was, dan cemas, seolah suatu hari orang-orang akan tahu bahwa dirinya hanyalah seorang penipu yang tidak berhak mengakui segala prestasi dan keberhasilannya.

Secara bahasa imposter adalah ketidakpercayaan diri seseorang dalam menjalani tujuan kehidupannya, seolah dirinya tidak berguna dan tidak bermanfaat selama menjalankan kehidupan ini.

Sehingga selalu cemas dan berpikiran was-was takut merugikan orang lain, hingga lupa akan jati diri dan kepercayaan pada diri sendiri.




Pemahaman Imposter Menurut Ahli

Banyak yang mencoba melakukan penelitian tentang Imposter Syndrom, tak terkecuali para ahli yang telah mendefiniskan sebagai berikut.

Menurut artikel review yang diterbitkan dalam International Journal of Behavioural Science, diperkirakan sebanyak 70 persen orang pernah mengalami sindrom imposter pada suatu titik di hidupnya.


Mengutip Verywellmind, pada dasarnya, sindrom imposter (IS) adalah istilah untuk menggambarkan pengalaman seseorang yang meyakini bahwa dirinya tidak secakap atau sekompeten yang dipikirkan oleh orang lain.

Menurut Psikolog Adityana Kasandra Putranto, imposter syndrome atau sindrom imposter termasuk gangguan cemas.



Penyebab Imposter Syndrom

Sindrom unik ini biasanya terjadi pada orang-orang ambisius dengan standar kesuksesan yang cukup tinggi. Namun, mereka merasa bahwa pencapaian yang mereka raih bukanlah karena kemampuan mereka, tapi semata-mata karena kebetulan.

Akibatnya, mereka merasa ketakutan bila suatu hari orang-orang akan menyadari bahwa ia adalah seorang penipu yang sebenarnya tidak punya kemampuan.


Gejala dari sindrom ini antara lain adalah:


  • Gampang cemas
  • Tidak percaya diri
  • Frustasi atau depresi ketika gagal memenuhi standar yang ia tetapkan sendiri
  • Cenderung perfeksionis (menuntut kesempurnaan)

Sindrom ini biasanya ditemukan pada orang yang tumbuh besar dalam keluarga yang menekankan pentingnya prestasi.

Orang-orang yang berasal dari kaum minoritas (misalnya dari segi ras, suku, etnis, agama, jenis kelamin, tingkat pendidikan, atau latar belakang ekonomi) juga lebih mungkin mengalami sindrom ini.


Satu lagi, imposter syndrome juga sering ditemukan pada mereka yang baru saja terjun ke dunia profesional setelah menyelesaikan studinya (lulusan baru atau fresh graduate).

Lulusan baru ini akan merasa bahwa dirinya belum pantas untuk menjadi seorang profesional karena merasa tidak kompeten, meskipun sebenarnya memiliki kompetensi tinggi. Karena itu, orang yang punya sindrom ini malah sering menunda-nunda pekerjaan karena takut hasil pekerjaan tidak sempurna.



Pengobatan Imposter Syndrom

Belum ada obat khusus untuk menyembuhkan pengidap Imposter Syndrom, dikarenakan biasanya pengidap syndrom ini relative tidak begitu terlihat.

Untuk menghadapi imposter syndrome, Anda bisa mempertimbangkan berbagai hal penting di bawah ini.

Jangan Memaksakan Kemampuan Diri

Orang dengan imposter syndrome harus belajar supaya tidak terlalu terpaku pada standar tinggi atau kesempurnaan yang ia tetapkan bagi dirinya sendiri. Sadarilah bahwa semua orang tidak perlu jadi sempurna.

Berbagi Dengan Sesama dan Bersosialisasi

Untuk memastikan apa saja kemampuan Anda dan seberapa mahir Anda dalam melakukannya, cobalah untuk berbagi ilmu. Saat berbagi ilmu, baik itu dengan junior Anda di kantor atau dengan siapa saja, Anda akan menyadari seberapa kecil atau besar kompetensi Anda dalam bidang tersebut.

Mencari Rekan Diskusi Yang Tepat

Cobalah untuk berbicara dan berbagi kepada sahabat, keluarga, tenaga ahli seperti psikolog, atau mungkin mentor Anda yang bisa mengenali imposter syndrome. Dengan curhat, Anda pun akan dipaksa untuk bercermin pada diri sendiri.


Nah itulah yang dapat saya sampaikan terkait Mengenal Apa itu Imposter Syndrom Perasaan Tidak Percaya Diri Berlebih


Total dibaca: 1332x | Berikan Komentar!


Syifa Azizah
Penulis : Syifa Azizah
Singing Is Power

Saya itu suka bernyanyi tapi kadang juga suka menulis biarpun ga banyak hihihi

Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Ingatlah untuk selalu berkomentar dengan sopan sesuai pedoman situs ini
Komentar ()

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Custom!

Pesan Sekarang!

MUNGKIN ANDA TERTARIK

Norwegia - Indonesia Dalam Pusaran Bisnis Karbon Global
NULIS ?