Jago Lagu
[CLOSE]

Norwegia - Indonesia Dalam Pusaran Bisnis Karbon Global

Norwegia - Indonesia Dalam Pusaran Bisnis Karbon Global

Norwegia - Indonesia Dalam Pusaran Bisnis Karbon Global

HarusTahu.info - Tak beberapa lama ini, media lokal kita (Kompas, anda bisa lihat artikel beritanya DISINI) menyoroti berita mengenai pembayaran Norwegia kepada Indonesia karena telah berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca. Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Untuk apa Norwegia yang merupakan negara jauh-jauh di utara Eropa memberikan sejumlah dana kepada negara kita?

Ini semua dinamakan Perdagangan Karbon, anda bisa membaca artikel saya yang sebelumnya yang membahas mengenai Carbon Trade/Perdagangan Karbon DISINI.

Perdagangan Karbon

Setelah anda tahu dan memahami apa itu Perdagangan Emisi Gas Karbon atau yang singkatnya disebut dengan Bisnis Karbon, kita akan membahas salah satu contoh dari bisnis perdagangan emisi tersebut, yang mana emisi gas rumah kaca atau gas buangan dari suatu pabriklah yang dibisniskan.

Ini semua bermula pada tahun 2010, dimana kedua belah pemerintah untuk pertama kalinya sepakat menandatangani kontrak perjanjian mengenai konservasi lingkungan mengenai hutan gambut di Indonesia. Saat itu Norwegia menjanjikan uang sebesar US$ 1 miliar dalam bantuan untuk menjaga kelestarian lingkungan hutan.

Dan untuk di tahun ini, tepatnya tahun 2020, Norwegia memperingati 70 tahun hubungan bilateral antara kedua negara sekaligus 10 tahun telah menjadi mitra dalam program REDD+ ( Reduction of Emissions from Deforestation and Forest Degradation ).


Intinya program kerja tersebut bertujuan untuk menjaga kelestarian ekosistem dan lingkungan hidup dalam hal ini hutan tropis Indonesia dan berusaha mengurangi jumlah emisi gas rumah kaca yang dapat mengakibatkan pemanasan global dan ujung-ujungnya terjadi perubahan iklim.


Lalu, Norwegia mengapresiasi keberhasilan Indonesia dalam mengurangi tingkat emisi gas rumah kaca ( karbon dioksida, metana dan lain semacamnya ) dalam bentuk bantuan dana senilai US$ 56 juta atau sekitar Rp. 813 miliar. Wow! Angka yang fantastis bukan?

Angka tersebut didapatkan dari jumlah gas karbon yang berhasil hutan Indonesia serap, dengan acuan harga pasar karbon global yakni US$ 5 untuk setiap ton CO2eq. Yang mana Indonesia telah berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 11,2 juta CO2eq selama tahun 2016-2017.



Nantinya dana tersebut akan disalurkan kepada pengelola hutan dan pihak terkait pemerintahan seperti BPDLH ( Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup )

Sumber Referensi :





Total dibaca: 1431x | Berikan Komentar!


Penulis : Nafisathallah
Kerja Lepas

Anak SMA yang magang di berbagai Media Internet, tertarik dalam paleontologi, geografi, dan sejarah

Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Ingatlah untuk selalu berkomentar dengan sopan sesuai pedoman situs ini
Komentar ()

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Database Custom!

Pembuatan Website!

MUNGKIN ANDA TERTARIK

Ini Harga dan Spesifikasi Xiaomi Redmi Note 9 Pro Yang Rilis di Indonesia
NULIS ?