Jago Lagu
Jago Lagu
[CLOSE]

Bagaimana Rusa Memegang Kunci Dalam Ekosistem

Bagaimana Rusa Memegang Kunci Dalam Ekosistem

Pixabay.id

Rusa (Cervidae) adalah salah satu dari keluarga mamalia herbivora berkuku genap (Ungulata) yang mana hampir semua spesiesnya dapat ditemukan di seluruh benua modern ini. Baik yang didatangkan (introduksi) dengan campur tangan manusia maupun persebaran yang terjadi secara alami (migrasi natural), rusa telah menyebar ke seluruh penjuru dunia mulai dari kepulauan Inggris, Eropa, Asia, Afrika, Kepulauan Jepang, Nusantara dan Amerika Utara-Amerika Selatan sedangkan daerah yang kedatangan rusa secara tidak alami adalah Australia, Papua Nugini, Kepulauan Karibia dan Selandia Baru.

Rusa Berperan sebagai Indikator Ekosistem

Tidak hanya di bioma padang rumput saja, namun habitat rusa secara umumnya meliputi hutan pinus/konifer, hutan musiman hingga hutan hujan tropis. Rusa menempati trofik kedua sebagai konsumen dalam piramida makanan di banyak tempat di dunia. Sehingga keberadaan rusa sangatlah penting dalam lingkungan, dan akan berpengaruh dengan trofik diatasnya yakni para predator dan karnivora seperti serigala, harimau serta macan.

Namun ledakan populasi rusa secara mendadak pada suatu wilayah dapat mengakibatkan masalah baru yang lebih besar. Contoh kasusnya seperti yang terjadi di wilayah Amerika Serikat bagian timur dan Amerika Serikat barat tengah.  Dimana rusa menjamah secara habis-habisan beberapa spesies tanaman, efek yang buruk tentunya bagi kelangsungan vegetasi di hutan. Saat rusa membabat habis beberapa spesies tumbuhan kesukaan mereka, dan mengakibatkan suatu spesies tanaman tersebut menjadi langka, ini membuka kesempatan bagi spesies tanaman lainnya untuk menguasai niche yang kosong tersebut (karena dihabisi rusa), dan kebanyakan tanaman tersebut adalah tanaman invasif yang bersifat merusak, karena bukan asli berasal dari wilayah tersebut (tanaman impor).

Rusa juga dapat menjadi spesies yang invasif dan menjadi hama pada wilayah baru dimana mereka baru saja diperkenalkan dengan ekosistem baru yang endemik. Sebutkan saja contohnya seperti di Australia, Selandia Baru, dan Kepulauan kecil di Pasifik. Di Australia, benua para marsupial tersebut, rusa berkompetisi dengan hewan lokal seperti kangguru dan wombat dalam merumput. Selain rusa, unta juga menjadi spesies invasif yang ada di benua Australia. Untuk Selandia Baru sendiri, kasusnya tidak separah dengan Australia karena fauna endemik asal Selandia Baru tidak ada yang berukuran besar dan relung ekosistemnya tidak sekompleks Australia, dimana hampir tidak ada mamalia pribumi dari Selandia Baru. Selandia Baru memang tanah yang benar-benar cocok untuk menggembalakan ternak dan hewan pemamah biak lainnya.

Selain persaingan dengan spesies endemik, dampak buruk lainnya yang terjadi karena lonjakan populasi rusa adalah meningkatnya insiden kecelakaan mobil (tertabrak rusa di jalan yang melewati hutan). Dan juga parahnya rusa juga dapat membawa penyakit bersamanya, seperti parasit yakni berupa kutu.


Total dibaca: 681x | Berikan Komentar!


Nafisathallah
Penulis : Nafisathallah
Kerja Lepas

Anak SMA yang magang di berbagai Media Internet, tertarik dalam paleontologi, geografi, dan sejarah

Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Ingatlah untuk selalu berkomentar dengan sopan sesuai pedoman situs ini
Komentar ()
TOPIK HANGAT
Video Populer

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Custom!

Pesan Sekarang!

MUNGKIN ANDA TERTARIK

Norwegia - Indonesia Dalam Pusaran Bisnis Karbon Global
NULIS ?