Jago Lagu

Pertama di Dunia, Muhammad Mohiuddin: Sukses Transplantasi Jantung Babi ke Tubuh Manusia

Pertama di Dunia, Muhammad Mohiuddin: Sukses Transplantasi Jantung Babi ke Tubuh Manusia

Pertama di Dunia, Muhammad Mohiuddin: Sukses Transplantasi Jantung Babi ke Tubuh Manusia (harustahu.info)

HarusTahu.info - Transplantasi jantung babi ke tubuh manusia pertama di dunia dan sukses. Menarik banyak perhatian masyarakat dunia.

Apa Itu Transplantasi?

Dikutip dari Journal unsrat.ac.id : Transplantasi adalah rangkaian tindakan kedokteran untuk pemindahan alat dan atau jaringan organ tubuh manusia yang berasal dari tubuh sendiri atau tubuh orang lain dalam rangka pengobatan untuk menggantikan alat atau jaringan organ tubuh yang tidak berfungsi dengan baik (Pasal 1 butir (f) PP No. 18 Tahun 1981.

Organ di dalam tubuh Anda bisa saja rusak karena berbagai faktor, seperti cedera, penyakit tertentu, atau degenerasi (penuaan). Rusaknya organ bisa mengganggu fungsi normal tubuh. Bila kerusakan sudah sangat parah, kemungkinan besar dokter akan merekomendasikan transplantasi organ sebagai pengobatannya. Ingin tahu lebih jauh mengenai prosedur medis ini? Mari simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Transplantasi organ adalah operasi untuk memindahkan organ sehat dari seorang pendonor untuk ditransplantasikan ke orang lain (penerima) yang mengalami kerusakan organ. Hal ini biasanya dilakukan untuk menyelamatkan hidup orang yang menerima transplantasi organ.

Prosedur transplantasi organ yang telah dilakukan saat ini di antaranya transplantasi ginjal, pankreas, hati, jantung, paru-paru, dan usus halus. Dalam situasi khusus, transplantasi dobel juga dijalankan, misalnya ginjal dan pankreas atau jantung dan paru-paru.


Transplantasi Jantung Babi ke Tubuh Manusia

Seorang pria AS menjadi orang pertama di dunia yang mendapatkan transplantasi jantung dari babi yang dimodifikasi secara genetik.


Menurut dokter, kondisi David Bennett, 57 tahun, terlalu parah untuk memenuhi syarat mendapat transplantasi jantung manusia sehingga ia harus menjalani cangkok organ dari babi.

Prosedur operasi eksperimental itu dilakukan selama tujuh jam. Tiga hari setelah operasi, kondisi David langsung membaik.


Operasi tersebut dipuji oleh banyak orang sebagai terobosan medis yang dapat mempersingkat waktu tunggu transplantasi dan mengubah kehidupan pasien di seluruh dunia. Namun beberapa orang mempertanyakan apakah prosedur tersebut etis?

Ini adalah operasi yang sengaja dilakukan untuk penelitian eksperimen yang membawa serta risiko besar bagi pasien. Organ donor manusia yang cocok saja dapat ditolak setelah ditransplantasikan, dan dengan organ hewan, bahayanya mungkin lebih tinggi.


Dokter telah mencoba menggunakan organ hewan untuk xenotransplantasi selama beberapa dekade, dengan keberhasilan yang beragam.

Pada 1984, dokter di California mencoba menyelamatkan nyawa bayi perempuan dengan memberinya jantung babon, tetapi dia meninggal 21 hari kemudian.

Meskipun risikonya sangat tinggi, beberapa ahli etika medis mengatakan mereka harus tetap melanjutkan jika pasien mengetahui risikonya.


"Anda tidak akan pernah tahu apakah orang tersebut akan mati secara fatal segera setelah perawatan, tetapi Anda tidak dapat melanjutkannya tanpa mengambil risiko," kata Profesor Julian Savulescu, Ketua Uehiro in Practical Ethics di Universitas Oxford.

"Selama pasien memahami berbagai risiko, menurut saya orang-orang harus bisa menerima eksperimen radikal ini," tambahnya.

Profesor Savulescu mengatakan memberikan sema pilihan yang tersedia untuk pasien adalah hal yang penting, termasuk jantung mekanis atau transplantasi manusia.


Dokter yang menangani kasus Bennett mengatakan operasi itu dibenarkan karena dia tidak punya pilihan pengobatan lain dan Bennett akan mati jika tidak menjalaninya.

Latar Belakang Transplantasi Jantung Babi

Muhammad Mohiuddin, Ilmuwan Kelahiran Pakistan di Balik Cangkok Jantung Babi ke Manusia


Beberapa waktu lalu dunia dibuat tercengang dengan keberhasilan ilmuwan mencangkokkan jantung babi ke manusia. Itu adalah sebuah sejarah setelah para ilmuwan bekerja selama puluhan tahun untuk kemungkinan transplantasi organ hewan ke manusia atau xenotransplantasi.


Adalah sosok ahli bedah kelahiran Pakistan yang membuat sejarah itu. Dr Mohammad Mohiuddin, MD, merupakan direktur ilmiah dan program Program Xenotransplantasi Jantung di Fakultas Kedokteran Universitas Maryland (UMSOM), Amerika Serikat (AS). Pria kelahiran Karachi, Pakistan itu juga merupakan salah satu ahli terkemuka dalam xenotransplantasi. Beliau juga menjabat sebagai guru besar ilmu bedah di UMSOM.

“Ini adalah puncak dari penelitian bertahun-tahun yang sangat rumit untuk mengasah teknik ini pada hewan dengan waktu bertahan hidup yang telah mencapai lebih dari sembilan bulan," katanya menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh UMSOM dan Pusat Medis Universitas Maryland (UMMC). "FDA menggunakan data dan data kami pada babi percobaan untuk mengizinkan transplantasi pada pasien penyakit jantung stadium akhir yang tidak memiliki pilihan pengobatan lain,” terang Mohiuddin seperti dilansir dari Tribune.com.pk, Jumat (14/1/2022).

Mohiuddin menerima gelar MBBS-nya dari Dow Medical College Karachi pada tahun 1989. Dia kemudian pindah ke Amerika Serikat (AS) dan kemudian menerima beasiswa pertamanya dalam biologi transplantasi di University of Pennsylvania dan kemudian beasiswa dalam transplantasi sumsum tulang di Institute of Cellular Therapeutics, Universitas Drexel, menurut News18.

Sedangkan dikutip dari situs University of Maryland, Mohiuddin baru-baru ini menjabat sebagai kepala bagian transplantasi Program Penelitian Bedah Kardiotoraks dan Ilmuwan Senior di Institut Jantung dan Darah Nasional Institut Kesehatan Nasional (NIH).


Hits: 648x | Berikan Komentar!

Hosting Unlimited Indonesia
Roni Setya
Sastra, Jokes, And Blogger

Semua itu indah tinggal bagaimana cara kita menikmati hidup ini saja :)

Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Ingatlah untuk selalu berkomentar dengan sopan sesuai pedoman situs ini
Komentar ()

MENARIK UNTUK DIBACA!

Sinopsis dan Review Novel
NULIS ?